Kemenhan dan Komisi 1 DPR Pekan Depan Gelar Rapat Bahas Polemik Sukhoi


BANDUNG - Pekan depan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akan menggelar rapat konsultasi dengan Komisi I DPR RI membahas polemik yang beredar di masyarakat terkait pengadaan alutsista.

"Bukan pemanggilan, tapi rapat konsultasi untuk membahas pengadaan alutsista. Dengan adanya rapat konsultasi ini, kita harap semua polemik yang beredar di masyarakat terkait dugaan mark-up itu bisa reda," kata Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Kemenhan Brigjen TNI Hartind Asrin, di Bandung, Jumat (9/3).

Menurut Hartind, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan rapat konsultasi ini bakal digelar. "Yang jelas pekan depan," katanya.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Tritamtomo mengatakan rapat konsultasi ini akan digelar secara terbuka sesegera mungkin. Menurutnya, Komisi I terutama mengharapkan kehadiran anggota High Level Comittee (HLC) yang diketuai Wamenhan Sjafrie Syamsoeddin dalam rapat tersebut.

"Karena sesuai dengan instruksi Presiden, Wamenhan-lah yang punya wewenang dalam pengadaan alutsista. Untuk itu, Komisi I akan meminta konfirmasi kepada HLC dan Wamenhan," katanya.

Ditambahkan Tritamtomo, selain membahas mekanisme pengadaan alutsista secara rinci, secara khusus Komisi I juga akan mempertanyakan dugaan adanya mark up dalam pembelian enam pesawat Sukhoi SU-30MK2 dalam proyek pengadaan alutsista TNI AU.

"Untuk menjawab kesimpangsiuran yang selama ini berkembang di masyarakat terkait pengadaan Sukhoi ini. Semua tentunya akan terjawab setelah rapat konsultasi dengan Kemenhan nanti," katanya.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Korps Marinir Segera Realisasikan Yonif-10 di Kepulauan Riau

Photo : tegalkotabahari.cc.cc


Surabaya - Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington menyampaikan rencana Korps Marinir untuk segera merealisasikan Batalyon Infantri-10 (Yonif-10) Marinir/Berdiri Sendiri (BS) di Kepulauan Riau (Kepri).

"Yonif-10 itu tugas utamanya untuk menghadapi perompakan di Selat Malaka. Setelah itu juga akan direalisasikan pembentukan Batalyon Infantri-11 (Yonif-11) Marinir di Sorong," katanya saat menghadiri olahraga bersama dengan Prajurit Marinir Wilayah Timur (Marwiltim) di Bhumi Marinir, Gunungsari, Surabaya, Selasa.

Dalam acara yang diprakarsai Komando Pendidikan Marinir (KODIKMAR) dan dimeriahkan dengan senam dan jalan sehat keliling ksatrian itu, Komandan Pasmar-1 menyampaikan pesan dari Komandan Korps Marinir bahwa Marinir itu besar dan yang mampu membesarkan Korps Marinir adalah prajurit Marinir.

"Sebaliknya justru prajurit Marinir pula yang mampu merongrong dan mengerdilkan Korps Marinir itu sendiri melalui perbuatan-perbutan yang tidak terpuji, namun saya jamin Kasgartap III Surabaya sebagai penegak disiplin dan prajurit Marwiltim berkomitmen untuk mengurangi pelanggaran," katanya.

Dalam olahraga bersama yang juga dihadiri Kasgartap III Surabaya Brigjen TNI (Mar) Chaidir Pantonnory, Wadan Lantamal V Surabaya Kolonel Marinir I Ketut Suardana, dan Kepala Staf Pasmar-1 Kolonel Marinir Saud Tambatua itu, Komandan Pasmar-1 juga menyampaikan pesan dari Komandan Korps Marinir.

"Jaga Korps Marinir, jaga kebesaran nama Korps Marinir dan jaga citra nama baik Korps Marinir. Hanya kitalah prajurit-prajurit Marinir yang mampu membesarkan nama Korps Marinir," katanya.

Setelah sambutan selesai, ia menyerahkan hadiah kepada Atlet Bisam Marwiltim ke-10/2012 yang mendapatkan medali emas, perak dan perunggu di Brunei Darussalam dan "doorprize" oleh Komandan Pasmar-1.
Sumber : Antara

PTDI Serahkan CN-235 MPA Ke Korean Coast Guard

9 Maret 2012

CN235-220MPA milik Korean Coast Guard buatan PTDI (Foto: Yunjin Lee)

BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan menyerahkan pesawat CN-235 Maritime Patrol Aircraft (MPA) keempat pesanan Korea Selatan yang akan dilakukan di hanggar PTDI Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (9/3).

"Pesawat yang akan diserahkan besok adalah pesawat keempat pesanan Korea Selatan atau Korean Coast Guard, serah terimanya besok di hanggar CN-235," kata Kepala Bidang Humas PT Dirgantara Indonesia, Rokhendi, di Bandung, Kamis (8/3).

Penyerahan pesawat versi militer tercanggih buatan PT Dirgantara Indonesia itu akan dilakukan oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsudin kepada pihak Korea Selatan.

Pesawat itu akan langsung diterbangkan ke pangkalan Korean Coast Guard di Gimpo Korea Selatan oleh pilot PTDI Kapten Pilot Adi Budi Atmoko dan Co-Pilot wanita Esther G serta awak pesawat.

Pada 2011, PTDI juga telah menyerahkan pesawat kedua dan ketiga pesanan Korea Selatan itu yang dilakukan pada Mei dan Deember 2011. Sebelumnya Korea Selatan memesan empat pesawat intai maritim menengah itu pada 2008, dan yang akan diserahkan Jumat (hari ini) merupakan pesawat pesanan terakhir.

Korea Selatan sejak 1994 tercatat telah menggunakan dua skuadron pesawat CN-235 untuk memperkuat angkatan udaranya. Korea Selatan merupakan negara yang paling banyak membeli pesawat CN-235 buatan PTDI. Selain pesawat CN-235/MPA juga sebelumnya membeli pesawat angkut militer, sipil bahkan versi VIP dan VVIP.

Sementara itu spesifikasi khusus CN-235 MPA antara lain dilengkapi instrumen radar khusus, forward looking infra red (FLIR-penjejak berbasis infra merah tinjauan bawah), ESM, instrumen identification friend or foe (IFF-pengenal wahana kawan atau musuh), navigasi taktik, sistem komputer taktis, kamera pengintai udara, dan beberapa yang lain. Dua mesin CT7-9C yang masing-masing berkekuatan 1.750 daya kuda dipasang di kedua pilon mesin di bentang sayapnya.

Secara fisik, CN-235 MPA ini berukuran lebih panjang dan memiliki struktur lebih kuat ketimbang seri sipil CN-235. Di bagian hidung di bawah jendela kokpit, terdapat tonjolan berisikan berbagai instrumen khusus itu.

Struktur pesawat terbang juga diperkuat karena operasionalisasi CN-235 MPA lebih dominan di wilayah maritim yang berpotensi korosif terhadap metal penyusun pesawat terbang itu.

Sumber : ANTARANEWS.COM

64 Pesawat Bakal Meriahkan HUT TNI AU Ke-66 di Jakarta

08 Maret 2012


JAKARTA - Peringatan hari ulang tahun ke-66 TNI-AU pada 9 April nanti akan lebih meriah ketimbang biasanya. Demonstrasi statik, dinamis, terbang formasi, hingga aerobatik akan dilakukan 64 pesawat terbang dari berbagai skuadron udara mereka.

"Ke-66 pesawat terbang berbagai tipe itu akan berpartisipasi. Selain pesawat terbang, 2.500 personel terdiri dari dua brigade dan tujuh batalion upacara akan berparade serta defile. Masyarakat umum bisa menyaksikan semua hal itu dari dekat," kata Kepala Dinas Penerangan TNI-AU, Marsekal Pertama TNI Yunus Azman, di Pangkalan Udara Utama TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (8/3).

Perencanaan ketat sudah dilakukan sejak sebulan lalu. Unsur udara dan darat telah disiapkan sedemikian rupa sehingga bisa saling menguatkan makna peringatan hari jadi TNI-AU kali ini.

Sejak 1 April, katanya, pesawat-pesawat terbang yang terlibat telah hadir di apron Terminal Haji, sisi lain Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma itu.

Terminal inilah yang akan dipergunakan menjadi lokasi persiapan utama unsur-unsur pesawat terbang, di sini pula akan dilakukan peragaan statis pesawat-pesawat terbang yang tidak mengudara. Direncanakan, yang menjadi inspektur upacara adalah Kepala Staf TNI-AU, Marsekal TNI Imam Sufaat.

Jenis dan tipe pesawat terbang yang ada dalam daftar arsenal TNI-AU akan dilibatkan semua. Terdiri dari F-5E/F Tiger (3 unit), Hawk 100/200 (10 unit), F-16A/B Fighting Falcon (6 unit), Sukhoi Su-27 dan Su-30 Flanker (6 unit), 11 C-130 Hercules (9 unit untuk terjun statik, satu latihan terjun bebas dan 1 tanker udara), dan B737-200 Surveillance.

Masih ditambah CN-235/235 MPA (2 unit), C-212 Aviocar (2 unit), KT-1B Wong Bee (8 unit sebagai Jupiter Aerobatic Team), helikopter NAS-332/330 Super Puma dan Puma (4 unit), helikopter EC-120 Colibri, helikopter Bolkow-Blohm, dan Cessna dari Akademi TNI-AU (masing-masing 2 unit).

"Manuver-manuver yang akan diperagarakan semuanya manuver yang biasa dilakukan pesawat militer. Itu sebabnya tidak ada kalangan sipil yang bisa ikut dalam pesawat-pesawat terbang itu," kata Azman.

Sumber : ANTARANEWS.COM

Kemhan Siapkan Opsi Pembelian Tank Dari Jerman

6 Maret 2012
Selain tank Leopard 2A4, Jerman juga menawarkan 2A5 bekas pakai yang akan diupgrade kemampuannya setara type 2A6 kepada Indonesia (Foto: Krauss-Maffei Wegmann GmbH & Co. KG.)

JAKARTA - Kementerian Pertahanan RI (Kemhan) memilih opsi pengadaan tank Leopard dari Jerman untuk antisipasi jika Belanda menolak rencana Indonesia membeli tank bekas pakai Angkatan Daratnya.

Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Syamsuddin, mengatakan, Jerman merupakan original country dari pembuat Leopard. Setiap pembelian tank Leoprad tentunya harus menggunakan izin penjualan dari Jerman. Meskipun yang dibeli bekas pakai negara diluar Jerman.

"Opsi yang Kemhan lakukan tidak semata-mata dari Belanda. akan kita lihat proses mana yang lebih mudah, lebih lancar, lebih efisien. Itu yang kami simpulkan nanti pilih yang mana," ungkapnya di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (6/3).

Saat ini pihaknya sedang mengadakan observasi yang dilaksanakan oleh tim Angkatan Darat untuk mengetahui keunggulan, baik secara teknis maupun taktik.

"Dari Jerman mengusulkan adanya kerjasama modernisasi secara government to government. Artinya, pembelian Leoprad tidak hanya membeli peralatannya, namun juga sistemnya," ungkapnya.

Kemhan secara politik juga masih menunggu jawaban final dari Pemerintah Belanda. Terutama sinkronisasi pemerintah dengan parlemen di Belanda.

"Apapun hasilnya akan kita tunggu. Tapi kami terus menyiapkan opsi. Sehingga tidak menggangu target modernisasi peralatan sampai tahun 2014," tegasnya.

Meski demikian, sampai saat ini pemerintah belum melakukan negosiasi dengan Jerman untuk pembelian tank tersebut. Pemerintah menganggarkan US$280 juta untuk pengadaan Leopard.

Dia menuturkan, Indonesia masih mempunyai waktu untuk melihat kesimpulan akhir dari Belanda pada akhir Maret ini. Jika kesimpulan sudah dibuat Belanda sebelum akhir Maret, maka kerjasama tetap dilanjutkan.

"Tetapi seandainya melewati batas waktu yang ditentukan akan kami lewatkan. Opsinya tetap dua Jerman dan Belanda," katanya.

Sumber : VIVANEWS.COM

Kemhan Akan Bangun Pabrik Rudal C-705 di Indonesia

06, Maret 2012



JAKARTA - Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, pemerintah tengah membicarakan untuk membangun pabrik peluru kendali C-705 di Indonesia. Hal ini dikatakan Purnomo di Kementerian Pertahanan Jakarta, Selasa (6/3). Beliau juga menjelaskan, pihaknya akan menggenjot produksi alutsista dalam negeri.

"Kalau tidak bisa, kita akan lakukan joint production dan transfer teknologi dengan pihak luar," kata dia. Kerjasama produksi bersama rudal anti kapal inilah yang sedang dibicarakan antara Indonesia dengan China.

Rudal C-705 memiliki jarak tembak hingga 140 kilometer. "Jika kita bisa memproduksinya di dalam negeri, kita akan pasang batere-rudal ini di daerah perbatasan untuk pengamanan," kata dia.

Rudal C-705 juga akan melengkapi armada Kapal Cepat Rudal (KCR) milik TNI AL. Proses kerjasama produksi rudal ini dilakukan Kementerian Pertahanan RI dan Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMEIC) yang menjadi pemegang proyek pengerjaan rudal C-705.

Sumber : VIVANEWS.COM

Jet dan Radar Perkuat Pertahanan Filipina




foto : Malcolm Clarke

07 Maret 2012

MANILA, Filipina - Angkatan udara Filipina (PAF) menunggu pengiriman beberapa pesawat dan peralatan radar untuk mendukung pertahanan teritorial dalam masa jabatan President Aquino.

Juru bicara PAF Lt. Col. Miguel Ernesto Okol menyatakan bahwa perolehan ini akan mendorong kemampuan pertahanan negara terhadap ancaman luar.

Beliau mengatakan 6 jet serang permukaan dan pesawat latih, sebuah pesawat patroli jarak jauh, satu radar pertahanan udara, dan sebuah pesawat operasi khusus, akan tiba di Filipina mulai tahun ini, sampai 2016.

Peralatan militer baru tersebut merupakan tahap kedua dari program modernisasi militer Filipina yang di laksanakan dari tahun 2012 sampai 2016.

Tahap pertama meliputi pembelian peralatan pertahanan yang menunjang kemampuan angkatan bersenjata Filipina untuk melindungi dari ancaman dalam.

PAF juga mendapatkan 8 helikopter, 7 helikopter tempur, pesawat kargo C-130, dan sebuah pesawat patroli jarak jauh, dan 18 pesawat latih dasar.18 pesawat latih dasar tersebut sudah sampai di pankalan udara Filipina, sementara peralatan lainya sedang dalam berbagai proses pembelian.

Tahap ketiga dari program ini akan di laksanakan setelah 2016 yang menyangkut pembelian pesawat tempur multi-peran, pesawat patroli, dan radar.

4 helikopter angkut baru dari dua perushaan luar negeri telah sampai di bekas pangkalan udara Clark Air Base di Pampanga februari lalu.

Helikopter yang bernama "Sokol" dibeli dari Agusta PZL Swidnik dari Italy dan Polandia. 4 helikopter lagi akan di datangkan pada kuartal ke empat tahun ini. pembelian 8 helikopter ini menghabiskan dana 2,8 juta Peso.

Sebelumnya pihak militer mengumumkan bahwa pengiriman helikopter pertama akan sampai pada November 2011. 4 helikopter terlambat datang 3 bulan kemudian.

Helikopter Sokol memiliki kemampuan penglihatan-malam dan dapat mengangkut 10 penumpang. Pihak militer berharap pengiriman dapat di selesaikan tahun ini.

Okol mengatakan PAF akan memperoleh 8 helikopter angkut, 3 pesawat tempur multi-peran, peralatan untuk stasiun pengamatan laut, dan 33 peluncur roket untuk Pasukan pengaman Presiden.

Sumber : PhilStar
 
DEF CON © 2010 | Designed by Trucks, in collaboration with MW3, Broadway Tickets, and Distubed Tour